9 Tips Belajar Coding Terlengkap Untuk Pemula

 Home » 9+ Tips Belajar Coding Terlengkap untuk Pemula


Pingin belajar coding pemula, tapi mulai dari mana ya?


Inilah yang pasti Anda bingungkan saat mau mempelajari coding dasar. Dunia programming itu memang terus berkembang. Wajar kalau Anda merasa tertinggal setiap ingin mulai belajar.


Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa mengejarnya. Kuncinya yaitu, melakukan tips belajar coding yang efektif.


Daripada mempelajari semua bahasa pemrograman sekaligus, kami akan menunjukkan cara belajar dari nol sampai bisa membuat program yang solutif. Jadi bagi Anda yang masih awam, artikel ini sangat tepat.


Tanpa berlama-lama, yuk belajar coding bersama!


Apa Itu Coding?

Coding adalah aktivitas menulis barisan kode dari suatu bahasa pemrograman. Barisan kode ini akan dieksekusi oleh komputer untuk menjalankan sesuatu. Misalnya, membuat website, membangun apps, mengolah data, dll.


Dengan belajar coding, banyak manfaat bisa Anda raih:


* Mengasah kemampuan problem solving dan logika;

* Meningkatkan pemahaman proses dan kreativitas;

* Menciptakan sesuatu yang bermanfaat;

* Prospek karir sebagai programmer cerah;

* Peluang penghasilan tinggi;

* Bisa bekerja dari mana saja secara remote.


Dan penting Anda tahu, siapapun bisa belajar coding. Mark Zuckerberg, CEO Facebook, bahkan mengenalkan coding ke anaknya sejak umur tiga tahun.


Lalu, apakah Anda juga perlu belajar coding dasar? Tentu saja! Apalagi kalau Anda masuk kriteria di bawah ini:


* Individu yang suka tantangan dan menciptakan solusi;

* Pebisnis yang ingin meningkatkan produktivitas perusahaan lewat teknologi;

* Individu atau perusahaan yang ingin mengembangkan sistem dengan efisien dan efektif secara mandiri;

* Seseorang yang mau memahami proses di balik sesuatu dengan lebih jelas dan mengantisipasi hal buruk. Misalnya, memahami keamanan sistem e-commerce, proses pengumpulan data di media sosial, dll.


Pasti Anda termasuk dalam salah satu kriteria di atas, bukan? Nah, biar skill ngoding Anda cepat terasah, kami akan memberikan tipsnya.


Sebagai bocoran, ini dia tips belajar coding pemula:


1. Kenali jenis-jenis developer;

2. Ketahui perbedaan bahasa pemrograman;

3. Pahami konsep coding dasar;

4. Mulai dengan HTML

5. Coba buat desain dengan CSS atau SCSS;

6. Lanjut ke JavaScript;

7. Pelajari PHP;

8. Perluas kemampuan ngoding;

9. Terus upgrade skill ngoding;

10. Ciptakan program yang solutif.


Makin penasaran, kan? Ya sudah yuk lanjut ke bagian berikutnya!


9+ Tips Belajar Coding untuk Pemula

Ini dia tips belajar coding pemula:


1. Kenali Jenis-Jenis Developer

Pertama, sebaiknya Anda tahu dulu jenis-jenis developer alias orang yang mengembangkan website/apps. Pasalnya, coding untuk setiap tipe developer bisa jadi berbeda.


Berikut beberapa jenis developer:


* Front-end developer: bertanggung jawab mengembangkan website dari sisi tampilan dengan menggunakan HTML, CSS, JavaScript, dll.

* Back-end developer: bertugas mengatur bagian belakang website/apps. Seperti: server, penerimaan data dari front end, dan lain-lain.

* Full-stack developer: gabungan dari keduanya, harus mengurusi front-end sampai dengan back-end. 


Lalu, manakah yang paling cocok untuk Anda?


Jawabannya, tergantung minat Anda. Kalau lebih suka mendekorasi tampilan, perdalam lah wawasan tentang front-end. Namun jika Anda lebih berminat membangun logika sistem, back-end adalah pilihan tepat.


Nah kalau Anda tertarik keduanya, terjun menjadi full-stack developer juga bisa, lho. 


Baca Juga: Panduan Website Development untuk Pemula [Terlengkap]


2. Ketahui Perbedaan Bahasa Pemrograman

Banyak orang mengira semua yang dipakai untuk membuat website/apps adalah bahasa pemrograman. Padahal, belum tentu, lho.


Meskipun sama-sama digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer, ada berbagai tipe bahasa:


* Bahasa markup:  bahasa komputer yang terdiri dari sekumpulan kode untuk mengatur struktur dan bagaimana informasi ditampilkan;

* Bahasa style sheet: bahasa komputer untuk menata presentasi konten. Mulai dari layout, font, warna, dll;

* Bahasa Script: serangkaian perintah komputer yang bisa dieksekusi secara otomatis;

* Bahasa pemrograman: bahasa komputer yang terdiri dari serangkaian aturan (string) untuk menghasilkan output tertentu. Khususnya mengembangkan website, software, apps, dll.


Biar makin jelas, coba cek kelompok dari masing-masing bahasa:


Markup Language Pengertian HTML (Hypertext Markup Language) Bahasa markup untuk membuat struktur halaman website.  XML (Extensible Markup Language) Bahasa markup untuk menyederhanakan proses penyimpanan dan pengiriman data antarserver. XHTML (Extensible Hypertext Markup Language) Kombinasi antara HTML dengan XML, dengan aturan yang lebih ketat dan rapi. KML (Keyhole Markup Language) Bahasa untuk visualisasi data geospatial. MathML (Mathematical Markup Language) Bahasa markup untuk mendeskripsikan notasi matematika. Style Sheet Language Pengertian CSS (Cascading Style Sheet) Bahasa markup yang menyederhanakan proses pembuatan website dengan mengatur elemen yang tertulis di bahasa markup. SCSS (Sassy Cascading Style Sheet) Sintaks terbaru dari SASS (Syntactically Awesome Style Sheets). SASS sendiri adalah preprocessor CSS, yaitu sebuah program untuk mengolah data menggunakan syntax tertentu dengan output CSS. Scripting Language Pengertian JavaScript Bahasa script untuk membuat situs dengan konten website yang dinamis. PHP Bahasa script server side scripting untuk menjalankan instruksi pemrograman saat proses runtime. Ruby Bahasa script object-oriented yang berfungsi melakukan web development (front-end dan back-end) secara ringkas. Python Bahasa script untuk membangun server website, mengembangkan software, game, sistem berbasis web, dll. Perl Bahasa script yang biasanya berfungsi mengolah report dan manipulasi teks pada website. Bahasa Pemrograman Pengertian Java Bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk mengembangkan bagian back-end dari software, aplikasi Android, dan juga website.  SQL Bahasa untuk memodifikasi data serta mengambilnya dari database. C Bahasa pemrograman yang menjadi basic dari bahasa lainnya. Digunakan untuk mengembangkan sistem operasi, database, compiler, dll. C# Bahasa pemrograman modern berorientasi objek untuk membangun apps yang aman. C++ Bahasa untuk membuat berbagai aplikasi. Misalnya, aplikasi pengolah gambar, software gadget, game, hingga sistem operasi baru. Golang Kerangka kerja untuk mengembangkan aplikasi website, back end, dan REST API.  R Bahasa untuk melakukan komputasi statistik dan grafik. Objective-C Bahasa yang berorientasi pada objek yang awalnya digunakan oleh Apple untuk mengembangkan perangkatnya. Swift Bahasa pengantar untuk pengembang Mac dan iOS, serta menjadi platform utama Apple. Matlab (Matrix Laboratory) Program untuk melakukan analisis juga komputasi numerik. TypeScript Bahasa pemrograman yang dibangun berdasarkan JavaScript. Terdapat tambahan fitur strong-typing & konsep pemrograman OOP klasik (class, interface).  VBA Kombinasi yang antara Visual Basic Editor dengan Visual Basic untuk mendesain dan membangun program dalam aplikasi Microsoft Office. Sekarang, jangan ketukar lagi ya mengartikan bahasa pemrograman serta fungsinya masing-masing. Masuk lebih dalam, berikutnya Anda akan belajar memahami konsep coding dasar.


Baca Juga: 15+ Bahasa Pemrograman yang Wajib Dipelajari Web Developer


3. Pahami Konsep Coding Dasar

Meskipun bahasa programming itu macam-macam, Anda tetap bisa kok mempelajari semuanya.


Untungnya, ada konsep yang menjadi tulang punggung seluruh bahasa komputer. Memahami konsep ini, belajar coding akan jauh lebih mudah. Bahkan ketika Anda bertransisi ke bahasa lainnya:


* Variable: wadah penyimpanan dengan nama yang mewakili tipe data tertentu. Misalnya, tipe data string yang diwakili dengan variabel $value;


* Control structure: blok atau grup yang berisi variabel dan perintah tertentu. Saat suatu baris code ditulis, komputer akan membaca dan mencari perintah mana yang perlu dilakukan;


* Data structure: metode tertentu untuk menyimpan hingga mengolah data atau variabel secara efisien. Misalnya, developer hanya perlu membuat satu variabel untuk menampung seluruh data (List), daripada satu variabel untuk satu data;


* Syntax: seperangkat aturan yang mengatur bagaimana ejaan suatu perintah atau bahasa dapat diterjemahkan oleh komputer. Misalnya, menggunakan <>, ( ), @, dsb;


* Tools: program komputer yang Anda perlukan untuk membangun hingga mengeksekusi kode. Misalnya: Android Studio, Atom by Github, dll.


Kalau Anda belum terlalu mengerti penerapan kelima konsep di atas, tidak masalah. Pada bagian Contoh Coding nanti, Anda akan melihat penerapan coding dari beberapa bahasa pemrograman.


Tapi sebelum ke sana, mari pelajari bahasa komputer yang paling simple: HTML.


4. Mulai dengan HTML

Tips belajar coding berikutnya, cobalah mulai dari HTML. Kebanyakan developer mengawali kemampuannya dari bahasa markup ini.


Alasannya, HTML memanglah basic dari halaman website apapun. Artinya, hampir semua website di dunia melibatkan HTML untuk membangun struktur tampilannya.


Untungnya, bahasa markup ini cukup mudah dipahami. Sintaksnya simple. Jadi bagi pemula, kami sarankan untuk belajar coding dengan mengeksplor HTML dulu.


Apalagi, versi HTML juga terus update. Yang terbaru, ada HTML5. Ini merupakan versi perbaikan dari HTML. Sehingga, sintaksnya lebih sederhana tapi minim error.


Baca Juga: 25+ Contoh Coding HTML untuk Pemula


5. Coba CSS dan SCSS

Bersamaan dengan belajar HTML, boleh lho terjun juga ke CSS. Bisa dibilang, HTML dan CSS itu satu serangkai.


HTML itu untuk membuat kerangka tampilan web, sedangkan CSS untuk mendekorasi tampilan. Dengan memahami keduanya, Anda sudah bisa membuat tampilan web sederhana, lho.


Tapi kalau Anda ingin mendesain web dengan lebih cepat dan mudah, bisa juga pakai SCSS.


SCSS atau Sassy CSS adalah sintaks terbaru dari SASS (Syntactically Awesome Style Sheets). SASS sendiri adalah preprocessor CSS, yaitu sebuah program untuk mengolah data menggunakan syntax tertentu dengan output CSS.


6. Lanjut ke JavaScript

Naik level lagi, ke JavaScript. Tips belajar coding ini wajib Anda lakukan kalau tak ingin situs terlihat garing.


JavaScript mampu membuat situs lebih interaktif dan responsive di berbagai device. Situs Anda jadi bisa menampilkan animasi, image carousel, navigasi menarik, menu dropdown, dll.


Nah supaya lebih mudah mengombinasikan HTML, CSS, dan Javascript, kami sarankan Anda memakai Bootstrap. Bootstrap adalah framework HTML, CSS, dan JavaScript untuk mendesain website responsive dengan cepat dan mudah.&nbsp;


Baca Juga: Cara Membuat JavaScript di HTML Sederhana


7. Pelajari PHP

PHP adalah scripting language untuk membuat website fungsional. Lho, apa maksudnya?


Tadi Anda sudah paham, bahwa kombinasi HTML, CSS, dan Javascript bisa untuk membangun tampilan web sederhana. Namun agar komponen di sana berfungsi, Anda perlu memasukkan bahasa lain. Salah satunya PHP.


Alasannya, PHP mampu menjalankan proses sesuai perintah. Seperti perhitungan, penyimpanan data, dll. Sehingga, tidak hanya tampilan web saja yang oke, tapi orang-orang bisa menggunakannya.


Misalnya, komponen Cart pada website bisnis. Dengan PHP, Cart akan menampilkan jumlah barang belanjaan serta total pembayaran customer.


Baca Juga: Perbedaan PHP dan HTML yang Wajib Anda Ketahui


8. Perluas Kemampuan Ngoding

Setelah Anda punya basic HTML, CSS, JS, dan PHP, akan lebih mudah untuk&nbsp;


memperluas kemampuan coding.


Tapi dari sekian banyak bahasa pemrograman, manakah yang harus dipelajari terlebih dahulu?


Sumber: Tiobe Sumber: Tiobe Kalau bingung, Anda bisa coba ikuti saran kami berikut:


* Mulai dari C. Alasannya, bahasa pemrograman ini adalah basic dari bahasa yang lebih rumit;

* Pelajari Python. Bahasa pemrograman ini cukup populer dan banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mengembangkan situs web, membuat fitur baru, melakukan statistik, dll;

* Lanjut ke Java. Java bisa berjalan di berbagai environment. Sintaksnya juga ringkas dan ramah pemula;

* Kalau sudah, terjun ke C++. Ini adalah versi mahir dari C. Bagus untuk membangun aplikasi, sistem operasi, hingga yang membutuhkan grafis berat seperti game.


Supaya gambaran Anda makin jelas, mari simak checklist belajar coding pemula di bawah ini.


Checklist Belajar Coding untuk Pemula


Web Development


* HTML, CSS, JavaScript (Front-end)

* Node JS (Back-end)

* SQL (Database)


Competitive Programming


Software Development


* JAVA

* Python

* C#

* .NET & SpringBoot (framework development)

* UML (class diagram)

* GIT (repository management)


Machine Learning


* Python

* R

* Matlab

* P3 JS & PoseNet (framework JavaScript)


Testing


Baca juga:&nbsp;Mengenal Kotlin, Bahasa Pemrograman untuk Aplikasi Android


9. Terus Upgrade Skill Ngoding dari Berbagai Sumber

Belajar coding itu tidak ada habisnya. Pasalnya, bahasa pemrograman selalu berkembang dan merilis versi-versi terbaru.


Karena itu, Anda harus rajin upgrade skill. Tips belajar coding ini bisa Anda lakukan lewat berbagai sumber, semisal:


* Baca buku pemrograman;

* Tonton tutorial ngoding lewat YouTube atau platform streaming video lainnya;

* Gabung komunitas/forum coding yang relevan;

* Ikutan kursus coding atau web development, seperti Niagahoster Course;

* Berpartisipasi dalam webinar/event development. Misalnya, Devcussion, Tech in Asia Conference, dll;

* Langganan blog web development untuk mendapatkan info terbaru seputar programming.


Tidak usah terlalu tegang saat belajar coding. Mengikuti tips di atas Anda bisa mengasah skill sambil jalan. Sehingga, wawasan tetap rutin ter-upgrade tanpa memberi beban berlebih ke pikiran.


10. Ciptakan Program yang Solutif

Tips belajar coding pemula berikutnya, mulai ciptakan program yang solutif. Implementasikan skill coding Anda menjadi produk bermanfaat. Seperti website, apps, sistem, dsb.


Selain membangun pengalaman, membuat program yang solutif akan memberi banyak insight ke Anda. Anda akan paham cara mengembangkan suatu fitur, menghadapi error, hingga menciptakan sesuatu dengan efisien dan efektif.


3 Contoh Coding Serta Hasilnya

Penasaran bagaimana penerapan code? Mari lihat beberapa contoh coding dasar berikut.


1. HTML dan CSS: Form Login

HTML

CSS

*{

&nbsp; &nbsp; margin: 0;

&nbsp; &nbsp; padding: 0;

&nbsp; &nbsp; outline: 0;

&nbsp; &nbsp; font-family: 'Open Sans', sans-serif;

}

body{

&nbsp; &nbsp; height: 100vh;

&nbsp; &nbsp; background-image: url(/2FPT1J9);

&nbsp; &nbsp; background-size: cover;

&nbsp; &nbsp; background-position: center;

&nbsp; &nbsp; background-repeat: no-repeat;

}

.container{

&nbsp; &nbsp; position: absolute;

&nbsp; &nbsp; left: 50%;

&nbsp; &nbsp; top: 50%;

&nbsp; &nbsp; transform: translate(-50%,-50%);

&nbsp; &nbsp; padding: 20px 25px;

&nbsp; &nbsp; width: 300px;

&nbsp; &nbsp; background-color: rgba(0,0,0,.7);

&nbsp; &nbsp; box-shadow: px rgba(255,255,255,.3);

}

.container h1{

&nbsp; &nbsp; text-align: left;

&nbsp; &nbsp; color: #fafafa;

&nbsp; &nbsp; margin-bottom: 30px;

&nbsp; &nbsp; text-transform: uppercase;

&nbsp; &nbsp; border-bottom: 4px solid #2979ff;

}

.container label{

&nbsp; &nbsp; text-align: left;

&nbsp; &nbsp; color: #90caf9;

}

.container form input{

&nbsp; &nbsp; width: calc(100% - 20px);

&nbsp; &nbsp; padding: 8px 10px;

&nbsp; &nbsp; margin-bottom: 15px;

&nbsp; &nbsp; border: none;

&nbsp; &nbsp; background-color: transparent;

&nbsp; &nbsp; border-bottom: 2px solid #2979ff;

&nbsp; &nbsp; color: #fff;

&nbsp; &nbsp; font-size: 20px;

}

.container form button{

&nbsp; &nbsp; width: 100%;

&nbsp; &nbsp; padding: 5px 0;

&nbsp; &nbsp; border: none;

&nbsp; &nbsp; background-color:#2979ff;

&nbsp; &nbsp; font-size: 18px;

&nbsp; &nbsp; color: #fafafa;

}

Output

Baca Juga: Panduan Membuat Form Login dengan HTML dan CSS


JavaScript

LihatTutupKomentar